5 Manfaat Menulis Di Blog

 "Orang kok kerjaannya curhat di media sosial".

Mungkin itu yang disampaikan orang lain saat kita berkeluh kesah di dunia maya. Tapi jangan salah, boleh kok meluapkan berbagai emosi kita baik positif ataupun negatif, dengan cara yang baik. Tinggal dikemas saja dalam bentuk karya tulis, baik itu tulisan biasa, puisi, cerita fiksi dan lain-lain. 

Jadi kita mendapatkan keduanya, curhatan tersampaikan, karya pun terciptakan.

Maka tidak ada salahnya kalau kita punya blog, kan? 

Karena blog bisa menjadi salah satu medianya. 

Saya sendiri membuat blog sekitar tahun 2010, saat itu saya masih bekerja sebagai penyiar di sebuah station radio jaringan nasional di Yogyakarta. 

Blogging


Tujuannya apa? 

Waktu itu ada dua tujuannya, yang pertama adalah untuk tempat saya menuliskan pengalaman sehari-hari dalam bekerja atau yang lainnya, atau dengan kata lain, sebagai diary. Jadi maafkan ya jika hari-hari ini teman-teman masih menemukan tulisan agak alay di blog iniπŸ˜…. Belum sempat diupdate.

Tujuan yang kedua adalah untuk menjadi tempat jualan online jika saya pensiun dari pekerjaan. Iya, waktu itu yang terbayang di benak saya adalah toko online.

Dulu saya cukup rajin menuliskan peristiwa harian yang saya alami, baik di kantor ataupun di rumah. Tapi adakalanya juga benar-benar kosong, ada bahkan yang dalam satu tahun hanya ada satu tulisan, itupun alakadarnya. Ya diary itu tadi.

Sampai kemudian di medio 2017 saya memutuskan untuk resign dari kantor.

Dan menjiwai peran baru saya pure sebagai ibu rumah tangga.

Insecure? Iya lah...nanti saya ceritakan di tulisan terpisah ya.

Kembali ke blog.

 Resign dari kantor membuat saya punya cukup banyak waktu luang untuk mikirkan kembali blog saya.

Saya kemudian bergabung di berbagai grup blogger. Dari sana saya banyak belajar mengenai blog. Dan saya mau berterimakasih nih pada semua orang baik yang dengan ikhlas berbagi ilmu pada orang lain. Luar biasa!

Dan dari kenal dengan banyak teman di grup-grup blogger tersebut, mulailah saya mendapatkan job untuk menulis, khususnya mereview atau mengulas suatu produk.

Saya juga mulai memberanikan diri untuk mengikuti lomba blog walaupun baru beberapa kali dan belum pernah menang.

Tidak apa. Saya menganggapnya sebagai latihan untuk terus menempa kemampuan menulis saya. 

Bagaimanapun, saya kan juga ingin terus berkembang di bidang ini agar dapat mempersembahkan tulisan yang lebih baik pada pembaca atau siapapun yang berkunjung ke blog saya. 

Kalau dihitung-hitung, iya sih sudah cukup lama umur blog ini. Dan belakangan memang semangat untuk merawat dan memperbaiki blog ini pun kian tumbuh. Karena ternyata banyak lho pekerjaan yang relate sama blog, yang membutuhkan untuk dituliskan di blog. Seiring dengan makin banyaknya juga peluang di media sosial saat ini.

Jadi beneran deh, saya mau bilang juga ke teman-teman yang belum punya blog atau punya tapi nggak ada semangat lanjutin, yuk lanjutin lagi nulisnya. Ini juga jadi self reminder untuk saya. 

Saya juga jadi ingat, saat suatu hari mendapat email dari seorang bunda yang sempat mampir di blog saya, dan mengapresiasi salah satu tulisan saya. 

Padahal saat saya menulis pengalaman tersebut ya memang hanya untuk diary aja.

Tapi kita nggak pernah tau kan kalau pengalaman hidup yang kita tulis tersebut ternyata bermanfaat juga bagi orang lain yang membaca.

Jadi menurut saya sih, menulis di blog tuh banyak manfaatnya.

       

Manfaat Menulis Di Blog

1. Menjadi diari, atas apa yang kita alami. Yang ditahun-tahun berikutnya pasti menarik untuk kita baca-baca lagi.

2. Berbagi pengalaman di blog, bisa jadi juga bermanfaat bagi orang yang punya pengalaman yang sama. Atau bagi orang yang ingin tau, seperti tulisan saya tentang kakak adik sunat bareng.

3. Melatih kemampuan kita dalam menyampaikan sesuatu berbentuk tulisan.

4. Ada istilah writing for healing, jadi menulis bisa juga untuk membantu kita mengungkapkan emosi agar tidak dipendam saja. Emosi di sini adalah emosi positif (bahagia, senang dll), ataupun negatif ( sedih, marah dll ) tentu saja dengan cara yang baik.

5. Berpeluang untuk mendapat penghasilan.


                      

Membuat blog

Sulitkah untuk memulai?

Bisa iya bisa juga tidak.

Kalau dari awal ingin blog langsung sempurna ya sulit, tapi jika dimulai dengan rasa suka dan memang ingin menulis untuk berbagi pengalaman, saya rasa tidaklah terlalu sulit.

 Pertama-tama, kita bisa memilih dulu platform apa yang akan kita pakai, apakah wordpress, blogspot dll.

Lalu buat nama blog dan mulai menulis.

Saat menulispun, tidak perlu takut salah, tulis aja sesuai yang dipikirkan, tanpa mengeditnya sama sekali. 

Lalu setelah semua tertuang, baca lagi dan baca lagi, baru mulai edit mana yang perlu diperbaiki. 

Kalau masih ragu untuk mem-publish, ya sudah biarkan dulu tersimpan dalam draft. Besoknya ditinjau lagi, dibaca lagi dan edit lagi jika masih ada yang perlu diperbaiki.

Jika sudah terbaca bagus, publish.

Jadilah tulisan pertama yang bisa dibaca semua orang.

Nah agar blog baru itu banyak dikenal, bisa tuh dibuatkan status di media sosial.

 Tapi kalau saya dulu beda sih, saya malah diem-diem aja, nggak bilang siapapun kalau punya blog.

Beberapa waktu kemudian, setelah cukup pede, baru deh kasih tau pada dunia kalau saya punya blog πŸ˜…

Ada yang sama?

Nah, saat kita sudah punya blog, selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah rutin membuat tulisan/artikel agar blog kita hidup. Ini pun menjadi tantangan tersendiri ya, karena saat awal mempunyai blog, kita kan belum terbiasa dengan hal rutin ini, bahkan ada saja kendalanya.

           

           

Ide menulis
Secangkir teh untuk memancing ide

 

Kendala Dalam Menulis Di Blog

1. Waktu

Karena kesibukan atau aktivitas kita, sehingga sering lupa atau merasa tidak sempat untuk menulis. Solusinya adalah manajemen waktu yang lebih baik.

2. Ide

Kadang kita merasa mentok, tidak punya ide, padahal menurut narasumber sebuah webinar yang saya ikuti, ide bisa datang dari hal atau barang terdekat kita. Solusinya, kita bisa mulai menulis tentang apa yang kita lihat di depan mata. Misalnya kita sedang di ruang tamu, di meja ada cangkir, tulis aja tentang cangkir.

3. Keterbatasan perangkat.

Jika kita hanya mempunyai smartphone, sebenarnya tidak masalah juga, karena kita bisa menulis di hp. Asal saat mengedit dilakukan dengan cermat karena ukuran layar yang kecil.

4. Keterbatasan pengetahuan tentang blogging.

Saat baru menulis mungkin kita bingung mengenai banyak hal tentang blogging, layout, point of view dan lain-lain. Tapi beruntungnya sekarang banyak komunitas blogger yang tidak pelit ilmu. Jadi kita bisa bergabung di komunitas-komunitas tersebut.

5. Rasa malas

Kadang ketika sudah ada ide di kepala, ada keengganan untuk mulai menulis. Ini memang harus dilawan. Mungkin perlu menerapkan deadline pada diri sendiri agar lebih produktif, kalau masih sulit, bisa juga mengikuti lomba blog agar punya tenggat waktu yang mau tidak mau harus ditepati.

Sebenarnya menulis blog adalah hal yang menyenangkan. Bermanfaat untuk kita dan bisa jadi juga bermanfaat untuk pembacanya.

Kalaupun blognya belum sempurna, ya tidak apa-apa, bisa terus belajar untuk memperbaikinya. 

Karena kata Pramoedya Ananta Toer, menulis adalah bekerja untuk keabadian. Banyak prosesnya dan terus berproses.

Jadi...tetep semangat ya bikin blognya. πŸ˜‰











 


Posting Komentar

2 Komentar

  1. Yang tiads obatnya, rasa malas ya, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih haha...mo ikut lomba pun harus bulet tekadnya. Atau blog walking aja? Biar termotivasi...eh atau malah jadi insecure ya lihat blog lain lebih bagus πŸ˜…πŸ˜…

      Hapus