"Bu, ada makanan apa nih? Ada cemilan apa?"
Suara anak-anak yang sore itu pingin kudapan, entah memang mulai lapar atau untuk mengisi waktu. 

      Tau nggak sih, anak-anak ini mulai sibuk cari cemilan setiap waktu, mungkin memang usia-usia ini lagi banyak makan ya..(usia SD).
Dan sebagai ibu yang anak-anaknya nggak sekolah, eh belajar dari rumah, maksudnya, kita para ibu bertambah kesibukan kan??
Terutama dalam mendampingi anak-anak belajar, dan selalu menyiapkan makanan dan camilan.
Pandemi membawa beberapa perubahan ternyata.
Dari pengamatan saya sih, banyak yang berubah, tidak hanya gaya hidup, tapi banyak.
Salah satunya tadi,  tentang sekolah. 

Pixabay
Pixabay

               
                   
        Anak saya masih SD, kebetulan kakak adik di sekolah yang sama. Kakak kelas 6, adiknya kelas 2. 
Sampai Agustus ini, sekolah masih dari rumah aja, melalui WAG, pernah juga menggunakan aplikasi lain, tapi seringnya tugas di kertas.
Jadi setiap Senin, ortu pergi ke sekolah untuk mengambil soal untuk seminggu ke depan, sambil mengumpulkan tugas minggu lalu.
Kalau kakak karena sudah kelas 6, sesekali ke sekolah untuk bertanya kepada guru mengenai materi yang belum dipahami. Karena walau memang belum ada kegiatan belajar di sekolah, tetapi guru kelas 6 membuka kesempatan siswa untuk masuk kelas dan bertanya. 

Awalnya sih bingung juga pas diberi tugas campuran antara tugas di kertas dan tugas melalui WAG. Apalagi dua anak nih, dua WAG kan. Kadang blank ini tugas kakak atau adik ya..dikumpul kapan, tugasnya apa aja hihi..
Selain tugas tertulis, juga ada tugas yang nantinya dikumpul dalam bentuk video.
Jadi ya..syuting ini itu, ditingkahi si bungsu yang masih batita tapi pingin eksis bareng kakak-kakaknya😁

Kalau yang kelas 2 relatif lebih "santai". 
Jumat saya ke sekolah ambil tugas, sekaligus mengumpulkan tugas minggu lalu.
Nah musti diinget nih, kakak Jumat, adik Senin...jangan ketuker hehe...
Intinya para ortu seminggu dua kali ke sekolah.

Oh ya, baru saja ada info dari sekolah, bahwa April akan tetap ada UASDA, jadi siswa-siswa kelas 6 diharapkan benar-benar belajar di rumah, paling tidak 5x60 menit dalam sehari. 
Baiklah...no santai-santai. April 2021 masih lumayan jauhlah, tapi masa iya mau sistem kebut semalam 😁

Kemarin juga ada pendataan soal fasilitas belajar daring di rumah, mendata siapa aja yang punya hp/laptop dengan kuota dan tidak dibawa ortu, punya hp/laptop dengan kuota tapi dibawa ortu, punya hp/laptop tapi tidak punya kuota, dan tidak punya hp/laptop.
Memang sih ya, belajar secara daring membutuhkan fasilitas pendukung. Kebetulan di sekolah anak, siswa-siswanya beragam latar belakang. Jadi secara kemampuan ekonomi dan lain-lain juga beragam. Ini menjadi tantangan tersendiri mungkin bagi pihak sekolah. 
Beda dengan sekolah yang lebih homogen, dengan kemampuan ekonomi siswa yang relatif sama juga. Dimana laptop/hp dan kuota bukan masalah. 
Nah, itu tentang sekolah.

         

                 
                                   Pixabay

        Hal lain yang saya lihat mengalami perubahan adalah tentang pekerjaan.
Awal pandemi, ada kebijakan Work From Home...lalu kembali Work From Office, makin kesini makin biasa. Tapi ternyata di balik itu, ternyata berimbas ke kehidupan masyarakat terutama dari sisi ekonomi. Banyak juga yang menurunkan standar, misalnya soal merk pakaian atau makanan dan lain-lain. Yang biasanya beli merk A, geser ke merk B yang lebih murah untuk penghematan.
Tapi dibalik itu, ternyata itu banyak juga orang yang justru bisa memulai usaha baru karena kondisi sekarang ini. Dalam dua bulan terakhir saja ada beberapa teman yang membuka usaha sendiri, rata-rata sih kuliner, bahkan ada yang keluar dari pekerjaannya di kantor demi membuka usaha. Entah memang resign, atau memang kondisi yang mengharuskan mereka tidak lagi berkantor atau dirumahkan.
Di sisi lain, ada yang usahanya juga terimbas pandemi, sehingga omsetnya menurun.
Entahlah...
Bahkan banyak yang di masa ini lebih produktif lho, banyak yang lalu mulai berdagang.
Coba perhatikan status WA teman-teman kita, ada nggak yang tadinya ngga posting jualan, lalu sekarang jualan?
Yaa...situasinya memang seperti ini. 
Semoga dilancarkan semuanya ya.

Itulah beberapa perubahan yang saya lihat.
Tentu banyak perubahan lain, misalnya orang lebih sering cuci tangan, kemana-mana pakai masker, hand sanitizer selalu ada di tas, apalagi? 
O ya, di tempat saya juga ada sedekah sembako atau bahan makanan. Setiap Jum'at
warga dengan sukarela meletakkan plastik berisi bahan makanan, untuk diambil oleh warga lain yang membutuhkan. Artinya di masa pandemi ini, kepedulian sesama juga meningkat kan? 

                    
Dok.pri



Ternyata memang ada yang berubah, mengikuti situasi dan kondisi saat ini. Mungkin teman-teman juga merasakan itu? 
Boleh donk cerita 😊